1. MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA UNGGUL YANG BERKUALITAS, PRODUKTIF, DAN BERKEPRIBADIAN 

1.1. Kesehatan Jiwa dan Raga

1.1.1. 1 Desa – 1 Puskesmas/Pustu – 1 Dokter/Nakes
Rakyat harus mudah mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pemetaan kebutuhan penyediaan ataupun revitalisasi puskesmas di setiap desa. Disertai dengan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, dan obat esensial, serta percepatan digitalisasi layanan kesehatan (telemedicine).

1.1.2. Layanan Konsul Keliling (KOLING)
Tenaga kesehatan berkeliling dari pintu ke pintu rakyat untuk memberikan pelayanan dan pendataan status kesehatan serta asistensi rujukan.

1.1.3. Ibu Sehat, Anak Sehat
Dukungan gizi dan akses layanan kesehatan selama masa kehamilan dan menyusui. Program 1.000 hari pertama serta pasokan gizi untuk anak hingga usia lima tahun. Target prevalensi tengkes (stunting) di bawah 9% serta ibu dan ayah menjadi penjaga kesehatan keluarga.

1.1.4. Penguatan Kesehatan Mental
Penyediaan nomor darurat 24 jam 7 hari seminggu bebas biaya dan membentuk lembaga komunikasi krisis untuk menangani masalah kesehatan mental secara responsif dan holistik, dengan membangun pos-pos konseling di semua kampus, layanan kesehatan jiwa di semua puskesmas, dan fasilitas layanan jiwa di seluruh rumah sakit umum.

1.1.5. Perluasan & Kemudahan Layanan Kesehatan
Menetapkan standar waktu pelayanan pasien BPJS Kesehatan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan oleh dokter, hingga penebusan obat baik di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit.

1.2. Pendidikan Berkualitas dan Merata 

1.2.1. Wajib Belajar 12 Tahun Gratis: Pintar Tanpa Biaya
Transformasi pendidikan termasuk penggunaan tele-education bagi anak Indonesia secara merata, berkualitas, dan produktif, di sekolah negeri dan swasta yang memenuhi persyaratan bantuan dari pemerintah, termasuk bagi santri dan pesantren.

1.2.2. 1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana
Memastikan setiap keluarga miskin menyekolahkan minimal 1 orang anaknya hingga sarjana untuk memutus rantai kemiskinan.

1.2.3. Guru dan Dosen Sejahtera, Berkualitas, dan Kompeten Sejajar Negara Maju
Pendapatan guru dan dosen harus meningkat dan harus sejahtera, melalui penyempurnaan sertifikasi guru dan dosen secara lebih sederhana.

1.2.4. Santri dan Pesantren Unggul
Beasiswa afirmasi, dukungan terhadap pendidikan keagamaan baik untuk Kiai maupun tenaga kependidikan pesantren, permodalan khusus untuk santripreneur, akses teknologi, serta menghadirkan inovator-inovator internasional ke pesantren.

1.2.5. Integrasi Pendidikan & Pelatihan Vokasi – Dunia Usaha
Menyambungkan kebutuhan dunia usaha dengan kurikulum pendidikan, pelatihan disertai dengan dukungan pemagangan yang nyata terhadap sekolah vokasi.

1.3.Negara Hadir dan Perlindungan Sosial Adaptif

1.3.1. Tingkat Kemiskinan 2,5% dan Kemiskinan Ekstrem 0%
Fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara adalah amanat konstitusi. Kami bertekad menjalankan amanat tersebut dengan target pengurangan kemiskinan yang jelas dan progresif. Percepatan penghapusan kemiskinan dilakukan dengan konvergensi program pusat dan daerah, serta optimalisasi dana non-APBN.

1.3.2. PKH 15 Juta Keluarga Penerima Manfaat
Program Keluarga Harapan (PKH) akan kami tingkatkan dari 10 juta penerima menjadi 15 juta penerima, sebagai komitmen kami untuk terus membantu rakyat.

1.3.3. Cukup Pakai NIK
Cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal yang mengintegrasikan seluruh pemberian jaminan sosial, bantuan, dan layanan dari pemerintah.

1.3.4. Penguatan Sistem SATU DATA INDONESIA
Sistem data dan basis data yang aman, valid, dan akurat dengan pengelolaan data yang bisa berbagi pakai dan mendukung pertukaran data untuk pengambilan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.

1.3.5. Dana Abadi Kesejahteraan Sosial
Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus berkelanjutan. Sehingga, dana abadi akan menjadi salah satu opsi kami untuk pembiayaan program- program kesejahteraan sosial, termasuk membantu warga difabel.

1.4.Budaya Maju dan Sportif

1.4.1. Berkepribadian Nasional
Kebudayaan yang mengabdi pada rakyat, mengikis feodalisme, dan mengedepankan persatuan nasional dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika.

1.4.2. Seni Budaya Indonesia Kebanggaan Dunia
Dukungan nyata untuk seluruh karya seni dan warisan budaya Indonesia agar dapat mendunia melalui integrasi data, pemasaran yang tajam, dan membantu jenama/ merek lokal bermitra dengan jenama besar dunia.

1.4.3. Seniman Aman Nyaman
Perlindungan hak cipta, termasuk hak cipta komunal, dukungan pembiayaan, dan apresiasi karya lokal tradisional.

1.4.4. Budayawan Berkarya
Memberikan dukungan sumber daya, penghargaan, dan apresiasi nyata kepada budayawan untuk terus berkarya secara kreatif.

1.4.5. Atlet Sejahtera Prestasi Mendunia
Penataan sistem rekrutmen, pembinaan, kompetisi, penghargaan, dan fokus pada kesejahteraan atlet, pelatih, dan tenaga keolahragaan. Kami bertekad untuk mewujudkan olahraga unggulan sebagai lambang supremasi Indonesia seperti bulu tangkis, sepak bola, panjat tebing, dan angkat besi.

1.4.6. Sumber Pengetahuan yang Inklusif dan Hebat
Memperbanyak dan merevitalisasi perpustakaan, museum, gedung kesenian, dan pusat kebudayaan, terutama di daerah dengan kerja sama dunia usaha dan dunia internasional.

1.4.7. 1 Desa – 1 Lapangan
Menumbuhkan budaya sportif dengan revitalisasi infrastruktur olahraga sekurang- kurangnya 1 lapangan olahraga setiap desa yang ditingkatkan fungsinya secara bertahap hingga menjadi gelanggang olahraga.

1.5.Perempuan Maju dan Anak Sejahtera

1.5.1. Kartini Maju
Dukungan penuh terhadap pilihan perempuan di seluruh bidang disertai memperkuat posisi perempuan dalam relasi kerja dan menambah cuti melahirkan bagi ibu dan ayah dengan upah dan tunjangan tetap 100%. Jaminan kesetaraan kepada perempuan maupun laki-laki untuk menjalankan peran pengasuhan dalam keluarga.

1.5.2. Jaga Teman
Memberikan pemahaman pentingnya berpihak pada korban serta dukungan anggaran yang nyata kepada Satuan Tugas (Satgas) anti kekerasan berbasis gender dan perundungan di seluruh lembaga.

1.5.3. Memperbanyak Tempat Penitipan Anak
Memperbanyak tempat penitipan anak yang berkualitas, baik di sektor formal maupun di sektor informal sehingga orang tua tidak perlu khawatir.